Wednesday, February 2, 2011

Google, Facebook dan Twitter, Kutuk Pemblokiran Internet Mesir#

Google, Facebook dan Twitter tak lagi diam atas praktek pembungkaman perusahaan mereka. Mereka mengecam blokir internet oleh pejabat Mesir.

Saat Mesir diguncang unjuk rasa terhadap Presiden Hosni Mubarak, tiga perusahaan itu mengkritik upaya otoritas memutuskan 80 juta warganya dari akses Web.

Sementara tanggung jawab perusahaan menjadi isu utama sejak perusahaan itu ditekan untuk memutus hubungan dengan apartheid Afrika Selatan beberapa dekade lalu.

Ahli mengatakan laporan dan pergerakan tiga raksasa web itu tidak biasa. “Biasanya, isu kebanyakan perusahaan adalah keuntungan, belum tentu apa yang akan dilakukan baik bagi dunia,” kata profesor keuangan Haas School of Business Berkeley University of California Benjamin Hermalin.

“Terutama pada situasi ketidakpastian politik, akan sangat aneh bagi perusahaan bertaruh di satu sisi karena jika pihak lain menang mereka dalam kesulitan,” kata Hermalin. Ketidakpastian Mesir tak menghentikan Facebook, yang memiliki sekitar lima juta pengguna aktif di negara itu sebelum Internet diputus, mengeluarkan pernyataan ‘tak seorang pun seharusnya tak boleh mengakses Internet”.

“Meskipun gejolak Mesir merupakan masalah bagi orang-orang Mesir dan pemerintah mereka untuk menyelesaikan, membatasi akses Internet jutaan orang merupakan masalah keprihatinan masyarakat global,” kata juru bicara Andrew Noyes.

Sementara itu,  Kerusuhan yang terjadi di Mesir cukup membuat teror hebat. Bahkan seorang eksekutif Google dikabarkan menghilang di Mesir.

Diberitakan Wired, perusahaan internet terbesar di dunia ini melaporkan salah seorang eksekutifnya tidak bisa diketahui keberadaannya. Eksekutif tersebut telah berada di Mesir sejak pekan lalu untuk menghadiri sebuah pertemuan.

"Kami mengkonfirmasikan bahwa seorang eksekutif kami, Wael Ghonim, telah menghilang di Mesir. Keberadaannya tidak bisa lagi kami ketahui sejak Kamis pekan lalu di Kairo," ujar juru bicara Google.

Wael Ghonim merupakan kepala marketing Google untuk pasar di Timur Tengah dan Afrika. Ghonim dikabarkan tiba di Kairo untuk sebuah pertemuan pekan lalu. Sayangnya Google tidak bisa memberikan informasi pertemuan apa yang sedang dilakukan Ghonim. Namun begitu Google tetap meminta kerja sama warga Mesir untuk melaporkan jika mengetahui keberadaan Ghonim.

"Keamanan karyawan kami merupakan hal yang cukup penting. Jadi jika ada dari kalian yang memiliki informasi mengenai karyawan kami, khususnya Wael Ghonim, tolong hubungi kami di nomor kantor kami di Inggris +44 20 7031 3008," ujar juru bicara Google.

Diketahui dalam akun Twitternya, Ghonim sempat meng-update keberadaannya di Mesir melalui Twitter @Ghonim. "Berdoa untuk Mesir. Keadaan sangat mengkhawatirkan karena pemerintah berencana melakukan perang dengan warga. Kami semua siap untuk mati," tulis Ghonim.

Beberapa spekulasi mengatakan bahwa Ghonim telah ditangkap oleh kepolisian setempat dan dipenjara. Namun menurut Google hingga saat ini laporan tersebut belum bisa dikonfirmasi kebenarannya.

No comments:

Post a Comment