Monday, April 9, 2012

Kisah Nasi Kapau dan Para Calon Gubernur Jakarta

Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, Alex Noerdin-Nono Sampono, menyantap makan malam di nasi kapau di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat pada Sabtu (7/4/2012) malam.

Kendati berkali-kali dikecewakan pemerintah, diberikan janji tanpa realisasi, para pedagang mengaku tetap akan menggunakan hak suaranya dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta tahun ini. Mereka tetap optimistis secercah harapan perubahan akan selalu ada.
Mereka adalah pedagang yang menjajakan nasi kapau di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Setiap kali Pilkada DKI dilakukan, jejeran lapak nasi kapau di sana selalu menjadi tempat kunjungan para bakal calon gubernur. Memang, tak ada agenda khusus para bakal calon gubernur itu di sana. Biasanya, mereka hanya makan dan berbincang-bincang dengan warga.
Dan tentunya, setiap kali kandidat-kandidat itu singgah ke lapak, maka tandanya ada “makan gratis” bagi semua. Ratusan orang pun berbondong-bondong memesan nasi kapau khas Bukittinggi itu.
Pasangan cagub dan cawagub yang tahun ini terlebih dulu datang ke sana adalah Alex Noerdin dan Nono Sampono pada Sabtu (7/4/2012) malam. Kedua pasangan ini sudah sejak sepekan lalu menurunkan timnya untuk mensurvei tempat dan akhirnya memesan tiga lapak di sana.
Omzet Rp 20 juta
Safrudin, pemilik lapak Iyo Nasi Kapau, menceritakan dirinya sudah diberitahu bahwa Alex-Nono akan hadir di sana sejak sepekan lalu oleh pengelola. Namun, Safrudin tidak melakukan persiapan khusus lantaran ia masih tak percaya keduanya akan benar-benar datang malam itu. Porsi makanan justru ia kurangi lantaran melambungnya harga akibat wacana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu.
“Saya justru kurangi karena saya kira mereka tak datang karena kan statusnya hanya bakal calon, bukan calon resmi jadi saya sangsi juga kalau masak banyak,” tutur Safrudin kepada Kompas.com.
Malam itu dagangannya ludes. Ia tutup lebih awal dengan mengantongi omzet sekitar Rp 7 juta. Padahal, sehari-hari ia hanya mampu mengeruk Rp 1,5 juta. Safrudin bernapas lega.
Di lapak sampingnya yakni di “Sabana Bana Nasi Kapau” omzetnya bahkan mencapai Rp 10 juta, sementara lapak “Nasi Kapau Murni” mengantongi Rp 3 juta setelah kedatangan Alex-Nono. Sehingga, jika ditotal, pasangan ini menghabiskan Rp 20 juta untuk mentraktir warga Kramat.
Safrudin menuturkan, kegiatan macam ini kerap terjadi di jejeran lapak nasi Kapau di tempat itu. Tiap pelaksanaan Pilkada, mereka selalu dikunjungi para cagub. Pada Pilkada 2007, misalnya, pasangan Fauzi Bowo-Prijanto dan Adang Daradjatun-Dani Anwar tak lupa bertandang. Beberapa tokoh seperti Bang Yos, Chandra Hamzah, dan sejumlah politis DPR juga kerap hadir di lapaknya.
“Kalau sudah para kandidat ke sini, kami tidak akan berebutan sama teman, karena pasti semua kandidat akan datang. Nanti akan dibagi jatah warung mana yang dipesan cagub-cagub itu,” ungkap Safrudin yang sudah berjualan sejak tahun 1982 ini.
Merek Datang, Mereka Lupa
Diam-diam, Safrudin mengaku dirinya menyimpan kesal terhadap kandidat-kandidat itu. Hal ini karena para kandidat kerap “lupa” saat mereka terpilih nanti.
“Saya hanya minta satu. Kami jangan dilupakan kalau terpilih nanti. Kadang kalau sudah terpilih, kami-kami ini dianggap enggak ada,” tuturnya.
Ia menceritakan, sejak puluhan tahun tinggal di Jakarta, kehidupan di Ibu Kota kian mencekik terutama di sektor pendidikan. Biaya sekolah yang selangit diakui Safrudin menjadi beban hidupnya selama ini.
“Saya terasa benar biaya sekolah yang paling utama saat ini mahal sekali. Padahal kalau Jakarta mau aman, bebas anak-anak jalanan, pendidikan ini yang diutamain. Kalau bisa gratislah sampai SMA,” imbuhnya.
Reno, penjaga Nasi Kapau Murni, juga mengaku hidup di Jakarta serba sulit. Harga di mana-mana melonjak tajam, sementara pendapatan tidak meningkat.
“Harapan saya cuma tolong Jakarta ini aman, supaya kami yang jualan di pinggiran ini bisa tenang,” tutur Reno.
Ia mengaku tak lagi peduli dengan kandidat cagub yang hadir ke lapaknya lantaran hal itu sudah lazim terjadi setiap kali Pilkada digelar. “Sudah sering Mbak, tiap Pilkada pasti ada aja. Kalau kita sih, datang yah datang aja pasti kita layani. Untuk urusan pilihan yah, urusan masing-masing, he-he-he,” ujarnya.
Sumber

No comments:

Post a Comment